Middleware
telematika
Middleware
didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan
aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur
layer-layer TCP/IP [1]. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol
komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi.
Perangkat lunak
middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan
pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi. Adapun fungsi dari middleware
adalah:
· Menyediakan lingkungan pemrograman
aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail
pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
· Menyediakan lingkungan pemrograman
aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
· Mengisi kekurangan yang terdapat
antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security,
database, user interface, dan system administration.
Database middleware
adalah salah satu jenis middleware disamping message-oriented middleware, object-oriented
middleware, remote procedure call, dan transaction processing monitor.
Tujuan
Umum Middleware Telematika
Middleware adalah S/W
penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses
dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu
jaringan.
Middleware sangat
dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server
dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Middleware yang paling
banyak dipublikasikan :
Open Software
Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE)
Object Management
Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Microsoft’s COM/DCOM
(Component Object Model).
Perkembangan middleware
dari waktu ke waktu semakin pesat. Membuat kita sebangi salah satu penggunanya
selalu dituntut untuk terus meng-update informasi agar mengetahui perkembangan
tentang middleware tersebut. Perkembangannya dapat dikatagorikan sebagai
berikut:
1. On Line Transaction
Processing (OLTP), merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote
database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford,
kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL
ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP
lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX
yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.
2. Remote Procedure
Call (RPC), menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network
Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun
70-an. Sun unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi
ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open
Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan
tidak mudah untuk sis administrasinya.
Contoh Layanan
Middleware
>> Transaction Monitor
>>. Produk pertama yang disebut middleware.
>>. Menempati posisi antara permintaan dari
program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik
>>. Messaging Midleware
>>. Menyimpan data dalam suatu antrian
message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
>>. Mungkin berisi business logic yang merutekan
message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
>>. Sama seperti sistem messaging email,
kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi
Contoh Layanan
Midleware
>>. Distributed Object Middleware.
Contoh : RPC, CORBA dan
DCOM/COM
>>. Middleware basis data
Contoh : menyediakan
antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi
>>. Application Server Middleware
Contoh : J2EE Application Server, Oracle Application Server.
Lingkungan
Komputasi Dari Middleware Telematika
Suatu lingkungan di mana sistem
komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat
jenis yaitu :
1. Komputasi tradisional,
2. Komputasi berbasis jaringan,
3. Komputasi embedded,
4. Komputasi grid.
Pada awalnya komputasi tradisional
hanya meliputi penggunaan komputer meja (desktop) untuk pemakaian pribadi di
kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka
komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan
yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu
drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis
jaringan sudah tidak jelas lagi.
Lingkungan komputasi itu sendiri
bisa diklasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya
dihubungkan yang terdiri atas empat kategori berikut ini :
1. Single instruction stream-single data
stream (SISD) : Satu prosesor dan biasa juga disebut komputer sekuensial
2. Single instruction stream-multiple
data stream (SIMD) : Setiap prosesor memiliki memori lokal dan duplikasi
program yang sama sehingga masing-masing prosesor akan mengeksekusi
instruksi/program yang sama
3. Multiple instruction stream-single
data stream (MISD) : Data yang ada di common memory akan dimanipulasi secara
bersamaan oleh semua prosesor
4. Multiple instruction stream-multiple
data stream (MIMD) : Setiap prosesor memiliki kontrol unit, memori lokal serta
memori bersama (shared memory) yang mendukung proses paralelisasi dari sisi
data dan instruksi.
Kebutuhan
Middleware
Middleware adalah
software yang dirancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan
memungkinkan aplikasi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan.
Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer
service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Middleware
dapat juga berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi
mendapatkan format data yang dapat mereka proses.
Middleware tersedia
untuk berbagai platform, dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum
dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, salah satunya
adalah homegrown, yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi,
model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub
(Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP (Transaction Processing)
Monitor.
Di Linux, banyak
perusahaan besar seperti IBM, BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah
mengerjakan berbagai sistem middleware. Salah satu produk middleware IBM untuk
platform Linux adalah
BlueDrekar™. BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk
koneksi peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware
ini menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming
Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya
BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan
berbasis Bluetooth™.
Contoh lain, BEA
Tuxedo™ dari BEA System, sebuah middleware transaction processing monitor yang
juga mendukung model ORB, tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat
Linux. BEA Tuxedo memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model
CORBA dan ATMI (Application-to-Transaction Monitor Interface). Sebuah aplikasi
yang dibuat untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang
oleh BEA tanpa perlu modifikasi dalam kode aplikasinya.
Dalam bidang kartu
magnetis (smart cards), Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen
CAC (Common Access Card) dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang
diberi nama CACTUS (Common Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di
atas Linux. memberi kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan
fungsi-fungsi kriptografis.
ShaoLin Aptus adalah
sebuah middleware untuk Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah
arsitektur jaringan komputer yang bersifat ‘fit client’. Produk yang
memenangkan ‘IT Excellence Awards 2002′ di Hong Kong ini, mengembangkan konsep
‘ t h i n c l i e nt’ dengan memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin
Aptus membuat banyak klien dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang
tersimpan di server melalui LAN secara transparan.
Saat ini, hampir
seluruh aplikasi terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Masih
menurut IDC, perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat
yang membantu sistem manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi
permintaan akan integrasi
aplikasi yang lebih
baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan
sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.
Contoh-contoh
Middleware
1.
Java’s : Remote Procedure Call
Remote Procedure Calls
(RPC) memungkinkan suatu bagian logika aplikasi untuk didistribusikan pada
jaringan. Contoh :
· SUN RPC, diawali dengan network file
system (SUN NFS).
· DCE RPC, sebagai dasar Microsoft’s
COM.
Object Request Brokers
(ORBs) memungkinkan objek untuk didistribusikan dan dishare pada jaringan yang
heterogen. Pengembangan dari model prosedural RPC, –Sistem objek terdistribusi,
seperti CORBA, DCOM, EJB, dan .NET memungkinkan proses untuk dijalankan pada
sembarang jaringan.
2. Object Management
Group’s : Common, dan Object Request Broker Architecture (COBRA)
3. Microsoft’s COM/DCOM
(Companent Object Model), serta
4. Also .NET Remoting.
Manajemen
Data Telematika
A.
Client-Server
Client-Server
merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan
menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang
meminta layanan / request disebut sebagai client dan setiap instance yang
menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang
diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang
sering disebut database server. Client server diaplikasikan pada aplikasi
mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client
dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah sistem yang
saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang
satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut
2-Tier. Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada
intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan
server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
B.
Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang
terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
·
MODBMS (Moving Object DBMS)
·
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang
menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang
obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda
bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan
tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap
RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam
standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS
seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek
dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan
objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang. Mereka bisa mobil,
truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel pengguna. Pindah daerah objek bergerak
dengan rupa seperti badai, hutan file, tumpahan minyak, wabah penyakit, dan
sebagainya. Pindah daerah berubah posisi dan geometri objek dengan waktu sambil
bergerak poin hanya berubah posisi benda.
C.
Manajemen data Base system perangkat
bergerak
Seiring
dengan berkembangnya komunikasi bergerak dengan cepat memberikan dorongan
kepada para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya yang
tentunya agar dapat menambah pemasukan bagi perusahaanya.
Beberapa
contoh komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP
(Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan
internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para
pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon
genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai
teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan
layanan data bergerak.
Contoh
dari layanan bergerak adalah GPRS. GPRS merupakan sebuah sistem transmisi
berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. GPRS tidak
menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nayata, tetapi GPRS
merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi layanan-layanan
data bergerak.
Beberapa
faktor yang menjadi pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk
data bergerak :
1.
Memperkaya utility investasi untuk perangkat GSM yang sudah ada.
2.
Merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3.
3.
Mampu memanfaatkan kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM.
4.
Menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak.
5.
Memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat daripada koneksi
‘dial up’ 56 kbps yang berlaku.
6.
Menampakan diri sebagai komunikasi yang ‘selalu’ terhubung sehingga memiliki
waktu sesi hubungan yang pendek dan akses langsung ke internet.
Karakterstiknya
:
1)
Memungkinkan untuk menginstal di dalam embedded devices
2)
Replika Data dan sinkronisasi ke Database perusahaan tradisional
Aplikasi
pada Data stream management system:
-
Finance
-
Mobile office
-
Mobile sales
OSGi (Open Service Gateway
Initiative)
Definisi
OSGI
(Open Service Gateway Initiative) adalah sebuah rencana industri untuk cara
standar untuk menghubungkan perangkat seperti perangkat rumah tangga dan sistem
keamanan ke Internet. OSGI berencana menentukan program aplikasi antarmuka
(API) untuk pemrogram menggunakan, untuk memungkinkan komunikasi dan kontrol
antara penyedia layanan dan perangkat di dalam rumah atau usaha kecil jaringan.
OSGI API akan dibangun pada bahasa pemrograman Java. Program java pada umumnya
dapat berjalan pada platform sistem operasi komputer. OSGI adalah sebuah
interface pemrograman standar terbuka.
The
OSGI Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif,
sekarang nama kuno) adalah sebuah organisasi standar terbuka yang didirikan
pada Maret 1999. Aliansi dan anggota – anggotanya telah ditentukan sebuah
layanan berbasis Java platform yang dapat dikelola dari jarak jauh.
Kerangka OSGi (OSGi framework)
Definisi
Kerangka
OSGi adalah sistem modul dan layanan platform untuk Java bahasa pemrograman
yang menerapkan lengkap dan dinamis model komponen , sesuatu yang seperti tahun
2012 tidak ada di Jawa standalone / VM lingkungan. Aplikasi atau komponen
(datang dalam bentuk dari bundel untuk penyebaran) dapat jarak jauh diinstal,
mulai, berhenti, diperbarui, dan dihapus tanpa memerlukan restart, pengelolaan
paket Jawa / kelas ditentukan dengan sangat rinci. Aplikasi manajemen siklus
hidup (start, stop, install, dll) dilakukan melalui API yang memungkinkan untuk
remote download dari kebijakan manajemen. Registri layanan memungkinkan berkas
untuk mendeteksi penambahan layanan baru, atau penghapusan layanan dan
beradaptasi sesuai.
Spesifikasi
OSGi telah bergerak melampaui fokus asli gateway layanan, dan sekarang
digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Area
aplikasi lainnya termasuk mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA,
komputasi grid, hiburan, armada manajemen dan aplikasi server .
Spesifikasi
Spesifikasi
OSGI yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source
Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri,
otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), armada
manajemen dan aplikasi server. Adapun spesifikasi yang lain dimana OSGI akan
dirancang untuk melengkapi standar perumahan yang ada, seperti orang – orang
LonWorks (lihat kontrol jaringan), CAL, CEBus, HAVi, dan lain-lain. Inti bagian
dari spesifikasi adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan aplikasi model
manajemen siklus hidup, sebuah layanan registrasi, sebuah lingkungan eksekusi
dan modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGI layers, API, dan Jasa
telah ditetapkan. Spesifikasi OSGI yang dikembangkan oleh para anggota dalam
proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi
Spesifikasi OSGI. OSGI Alliance yang memiliki program kepatuhan yang hanya
terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGI
implementasi berisi lima entri.
Arsitektur (Architecture)
Setiap
kerangka yang menerapkan standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk
modularisasi aplikasi ke dalam bundel kecil. Setiap bundel adalah koleksi, erat
dynamically loadable kelas, guci, dan file konfigurasi yang secara eksplisit
menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).
Kerangka
ini secara konseptual dibagi menjadi bidang-bidang berikut:
Bundel
Bundel
normal jar komponen dengan nyata tambahan header.
Layanan
Lapisan
layanan menghubungkan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan model
menerbitkan-menemukan-bind untuk polos Interfaces Java tua (POJI) atau Plain
Old Java Objects POJO
Layanan Registry
The
API untuk jasa manajemen (ServiceRegistration , ServiceTracker dan
ServiceReference).
Life-Cycle
The
API ntuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan
uninstall) bundel.
Modul
Lapisan
ang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah
bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).
Keamanan
Lapisan
yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk
pra-didefinisikan kemampuan.
Eksekusi Lingkungan
Mendefinisikan
apa yang metode dan kelas yang tersedia dalam platform tertentu. Tidak ada
daftar tetap eksekusi lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community
Process menciptakan versi baru dan edisi Jawa. Namun, set berikut saat ini
didukung oleh implementasi OSGi yang paling:
CDC-1.0/Foundation-1.0
CDC-1.1/Foundation-1.1
OSGi/Minimum-1.0
OSGi/Minimum-1.1
JRE-1.1
Dari J2SE-1.2 hingga J2SE-1.6
Bundles
(Kumpulan)
Bundel
adalah sekelompok kelas Java dan sumber daya tambahan yang dilengkapi dengan
manifes rinci MANIFEST.MF file pada semua isinya, serta layanan tambahan yang
diperlukan untuk memberikan kelompok termasuk kelas Java perilaku yang lebih
canggih, sejauh deeming seluruh agregat komponen.
Di
bawah ini adalah contoh khas MANIFEST.MF file dengan Headers OSGi:
Bundle-Nama:
Hello World
Bundle-SymbolicName:
org.wikipedia.helloworld
Bundle-Description:
Sebuah bundel Hello World
Bundle-ManifestVersion:
2
Bundle-Version:
1.0.0
Bundle-Activator:
org.wikipedia.Activator
Ekspor-Paket:
org.wikipedia.helloworld, version = “1.0.0″
Impor-Paket:
org.osgi.framework, version = “1.3.0″
Makna
dari isi dalam contoh adalah sebagai berikut :
Bundle-Nama: Mendefinisikan nama
terbaca-manusia untuk bundel ini, Cukup memberikan nama pendek untuk bundel.
Bundle-SymbolicName: Header hanya
diperlukan, entri ini menetapkan pengenal unik untuk bundel, berdasarkan
konvensi nama domain terbalik (digunakan juga oleh paket java ).
Bundle-Description: Penjelasan mengenai
fungsi bundel itu.
Bundle-ManifestVersion: Menunjukkan
spesifikasi OSGi digunakan untuk membaca bundel ini.
Bundle-Version: menunjuk nomor versi ke
bundel.
Bundle-Activator: Menunjukkan nama
kelas yang akan dipanggil sekali bundel diaktifkan.
Ekspor-Paket: mengungkapkan mana Java
paket yang terkandung dalam sebuah kemasan akan dibuat tersedia untuk dunia
luar.
Impor-Paket: Menunjukkan mana Java paket
akan diperlukan dari dunia luar untuk memenuhi dependensi yang dibutuhkan dalam
sebuah kemasan.
Manfaat
OSGI
1.
Mengurangi Kompleksitas (Reduced Complexity)
Mengembangkan
dengan teknologi OSGi berarti mengembangkan bundel: komponenOSGi. Bundel adalah
modul. Mereka menyembunyikan internal dari bundel lain danberkomunikasi melalui
layanan didefinisikan dengan baik. Menyembunyikan internals berartilebih banyak
kebebasan untuk berubah nanti. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah bug, itu
juga membuat kumpulan sederhana untuk berkembang karena bundel ukuran
benarmenerapkan sepotong fungsionalitas melalui interface didefinisikan dengan
baik. Ada sebuahblog menarik yang menjelaskan teknologi OSGi apa yang mereka
lakukan bagi prosespembangunan
2.
Reuse
Para
model komponen OSGi membuatnya sangat mudah untuk menggunakan banyak komponen
pihak ketiga dalam suatu aplikasi. Peningkatan jumlah proyek-proyek sumber
terbuka memberikan JAR’s mereka siap dibuat untuk OSGi. Namun, perpustakaan
komersial jugamenjadi tersedia sebagai bundel siap pakai.
3.
Real World
OSGI
kerangka kerja yang dinamis. Ini dapat memperbarui bundel on the fly dan
pelayanan yang datang dan pergi. Ini dapat menghemat dalam penulisan kode dan
juga menyediakan visibilitas global, debugging tools, dan fungsionalitas lebih
daripada yang telah dilaksanakan selama satu solusi khusus.
4.
Easy Deployment
Teknologi
OSGi bukan hanya sebuah standard untuk komponen, tapi juga menentukan bagaimana
komponen diinstal dan dikelola. API telah digunakan oleh banyak berkas untuk
menyediakan sebuah agen manajemen. Agen manajemen ini bisa sesederhana sebagai
perintah shell, TR-69 sebuah protokol manajemen pengemudi, OMA DM protokol
sopir, komputasi awan antarmuka untuk Amazon EC2, atau IBM Tivoli sistem
manajemen. Manajemen standar API membuatnya sangat mudah untuk mengintegrasikan
teknologi OSGi dalam sistem yang ada dan masa depan.
5.
Dynamic Updates
Model
komponen OSGi adalah model dinamis. Kumpulan dapat diinstal, mulai,
berhenti,diperbarui, dan dihapus tanpa menurunkan keseluruhan sistem. Banyak
pengembang Java tidak percaya ini dapat dilakukan pada awalnya oleh karena itu
tidak digunakan dalam produksi.Namun, setelah menggunakan ini dalam pembangunan
selama beberapa waktu, sebagian besar mulai menyadari bahwa itu benar-benar
bekerja dan secara signifikan mengurangi waktu penyebaran.
6.
Simple
The
OSGi API sangat sederhana. API inti hanya terdiri dari satu paket dan kurang
dari 30 kelas / interface. API inti ini cukup untuk menulis kumpulan,
menginstalnya, start, stop, update,dan menghapus mereka dan mencakup semua
pendengar dan keamanan kelas.
7.
Kecil (Small)
The
OSGi Release 4 Framework dapat diimplementasikan kedalam JAR 300KB. Ini adalah
overhead kecil untuk jumlah fungsi yang ditambahkan ke salah satu aplikasi dengan
memasukkan OSGi. Oleh karena itu OSGi berjalan pada berbagai macam perangkat:
dari sangat kecil, kecil, dan untuk mainframe. Hanya meminta Java VM minimal
untuk menjalankan dan menambahkan sangat sedikit di atasnya.
8.
Cepat (Fast)
Salah
satu tanggung jawab utama dari Framework OSGi memuat kelas-kelas dari bundel.Di
Java tradisional, JARs benar-benar terlihat dan ditempatkan pada daftar linear.
Pencarian sebuah kelas memerlukan pencarian melalui daftar ini. Sebaliknya,
pra-kabel OSGi bundel dan tahu persis untuk setiap bundel bundel yang
menyediakan kelas. Kurangnya pencarian yang signifikan faktor mempercepat saat
startup.
Virtualization
Istilah
virtualization atau virtualisasi sebenarnya memiliki banyak pengertian. Dalam
kamus bahasa Indonesia sendiri belum ditemukan definisi yang jelas tentang
virtualisasi. Jika merujuk pada kamus Oxford istilah virtualization merupakan
turunan dari kata virtualize yang memiliki makna:
“convert
(something) to a computer-generated simulation of reality”
Kalau
terjemahan bebasnya:
“mengubah
sesuatu (mengkonversi) ke bentuk simulasi dari bentuk nyata yang ada”
Saya
tidak akan fokus pada istilah dalam bahasa karena hal tersebut tidak relevan
untuk dibicarakan di artikel ini . Tapi inti dari virtualisasi sebenarnya ialah
membuat sebuah simulasi dari perangkat keras, sistem operasi, jaringan maupun
yang lainnya. Di bidang teknologi informasi, virtualization digunakan sebagai
sarana untuk improvisasi skalabilitas dari hardware yang ada.
Dengan
virtualization, beberapa sistem operasi dapat berjalan secara bersamaan pada
satu buah CPU. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya yang dapat dikeluarkan
oleh sebuah perusahaan. Dan tren ke depan virtualization ini akan banyak
digunakan baik di perusahaan yang bergerak dibidang IT (information technology)
maupun yang tidak murni bergerak di bidang IT namun menggunakan IT sebagai
sarana untuk memajukan usahanya.
Menurut
Alan Murphy dalam papernya “Virtualization Defined – Eight Different Ways”
menyebutkan setidaknya terdapat delapan istilah dalam penerapan virtualization.
Diantaranya ialah operating system virtualization, application server
virtualization, application virtualization, management virtualization, network
virtualization, hardware virtualization, storage virtualization dan service
virtualization.
Dalam
hardware virtualization, perangkat lunak bekerja membentuk sebuah virtual
machine yang bertindak seolah-olah seperti sebuah komputer asli dengan sebuah
sistem operasi terinstall di dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat
satu buah komputer yang telah terinstall GNU/Linux Ubuntu. Kemudian dengan
menggunakan perangkat lunak virtualization semisal Virtualbox kita dapat
menginstall dua buah sistem operasi lain sebagai contoh Windows XP dan FreeBSD.
Sistem
operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux
Lubuntudisebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall
diatasnya dinamakan guest machine. Istilah host dan guest dikenalkan untuk
memudahkan dalam membedakan antara sistem operasi fisik yang terinstall di
komputer dengan sistem operasi yang diinstall diatasnya atau virtualnya.
Perangkat
lunak yang digunakan untuk menciptakan virtual machine pada host machine biasa
disebut sebagai hypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert
P. Goldberg pada tesisnya yang berjudul “Architectural Principles For Virtual
Computer Systems” pada hal 23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu
:
•
Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada secara langsung. Pada jenis ini
hypervisor / VMM benar-benar mengontrol perangkat keras dari komputer host-nya.
Termasuk mengontrol sistem operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh
implementasi yang ada dan sudah saya coba secara langsung ialah VMWare ESXi.
Adapun contoh yang lain yang ada seperti Microsoft Hyper-V
•
Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini tentunya guest
sistem operasi nya berada di layer diatasnya lagi.
referensi
:
http://gaptechnology.wordpress.com/2009/12/29/middleware-telematika-teknologi-osgi-dan-automotive-multimedia-interface-colaboration/
http://asep10106240.wordpress.com/2009/12/10/middleware-telematika/
http://naristiprimasari.info/media.php?module=detailberita&id=32